Bingung, heran, aneh, sedih campur aduk rasanya kalo tau kejadian ini bisa terjadi disebuah kantor yang bisa dibilang sophisticated untuk sebagian orang (menurut saya? lumayan lah
).
nasi kotak pembagian dari sebuah meeting akhirnya menjadi pembahasan kurang lebih 30 menit yang berawal ketika si kecil tiba-tiba lari dari meeting luar disalah satu perusahaan “binaan’nya” yang merasa lemas, letih dan lapar ditambah dengan kondisi badan yang lagi drop.
yagh inillah yang menjadi awal dari semua awal ini terjadi. sembari lari-lari kecil (sesuai dengan tubuhnya
) melihat tumpukan nasi kotak disetiap cubicle, akhirnya mulailah penasaran dan mencari-cari, kenapa dimejanya yang nan cantik itu gak ada satu pun nasi kotak
akhirnya dia pun mencari inisiatif, apakah ada nasi kotak ‘sisa’ yang bisa didapatkannya walaupun gak ikut meeting itu? karena ternyata nasi kotak’an itu memang disediakan untuk para peserta yang ada dan masuk didalam ruangan meeting, bukan yang ‘cabutan’ seperti si kecil
akhirnya jawabanpun mengalir dari sang OB ” ada negh, dibawa aja….”. whuaaa, dengan senyum ‘kemenangan’ karena akhirnya mendapatkan nasi kotak’kan itu seperti anak kecil yang mendapat coklat untuk yang pertama kalinya. Mulailah dia bersiap buat makan, dan akhirnya terkesiaplah dia, pada saat mendengar celetukan “hue?dari mana nasi itu?kenapa diambil? gimana nanti kalo jatah meetingnya kurang?” ……
oh my God…kaget setengah mati denger teriakan itu. gak nyangka, hanya karena nasi kotakan ini, semuanya jadi mulai bersitegang. satu sisi untuk meyakinkan…”ambil aja, udah sisa banyak” yang satu sisi “ekh, kenapa diambil sih, ntar kalo kurang gmana?”…theng thong thuing thuing
ini baru yang namanya 1 nasi kotak’an yang isinya perkedel, rendang, nasi yang buanyak banget, sayuran ‘gak sehat’ dan pisang lho
, gimana dengan hal yang lainnya yagh….hmmmm
dan akhirnya dasar si kecil yang memang paling males ma yang namanya konflik debat gak jelas dan samasekali gak nyangka masalah beginian jadi debat kusir yang gak ada mutunya samasekali, akhirnya nasi kota’an itu ditutupnya lagi, dikembalikan dengan manisnya di jejeran dan tupukan nasi kotak’an yang akhirnya sampai sore’pun gak ada yang menyentuhnya, dan si kecil minta tolong OB lainnya untuk di belikan nasi, beef teriyaki dan pisang yang sungguh nikmat rasanya
Recent Comments