Tiba-tiba tangan kecil itu memelukku dan terucap dari bibir kecilnya “radja seneng ma tante, radja sayang tante…I love u tante”…
Alhamdulillah ya Allah, perasaan hangat ada dalam hatiku saat itu begitu keluar kalimat dari seorang Amadani Samudra (Radja Putra).
Sabtu itu adalah hari terakhirku ketemu ma radja dan mommy’nya selama di Indonesia. Setelah berkutat dengan schedule yang udah di booked dari papa mama yang pengen makan sushi dan cari kain di mayestik buat persiapan hadiah lebaran nanti, paginya aku harus ke dokter karena sakit alergi’ku yang gak sembuh-sembuh ini, akhirnya alhamdulillah aku bisa menepati janji kami jalan ma mommy dan radja.
Tujuan utama adalah belanja yang di Denver gak ada. Teh Celup, snack, Marrie Regal, batik dan berbagai pernak-pernik lainnya yang di sana pastinya bisa muahal ampun-ampun kalaupun ada di asia market. Begitu datang di deket counter MAC Plaza Senayan, radja langsung meluk dan bilang ”I miss U tante…tante cantik. o iya tante, radja punya R8 audi buat tante ma oom di mobil. nanti diambil yah”. Dengan bahasa yang campur aduk seperti cinta laura, di tambah dengan mimiknya dan genggaman tangannya yang kuat, ini adalah surprise yang gak ada dua’nya. Karena ini adalah baru pertemuan kami yang ketiga. Yang pertama di rumah uti’ setibanya radja dari Denver dan pertemuan kami yang kedua di rumah kemanggisan. Dua pertemuan kami sebelumnya pun tidak berjalan intensif. Karena banyak keluarga yang ada saat itu.
Sebelum kami teruskan tujuan berikutnya ke Sarinah, kami memutuskan makan dulu sore itu di food court dengan radja yang udah mulai gak mau lepas dariku setelah melihat jam makan radja yang udah molor banyak. Dan begitu setibanya di mobil radja langsung ribet, dan ternyata radja kasih aku miniatur mobil audi R8. ”ini buat tante, dan ini buat oom” katanya dengan senyuman yang gak pernah lepas dari wajahnya.
Bicara mobil audi ini. Ada pengalaman yang menarik dengan radja. Karena setiap kami ucap Audi, maka gak habis-habisnya radja akan meralatnya dengan pengucapan yang benar. Pada saat di Kinokuniya, oom berkutat dengan buku GMAT dan mommy dengan buku resepnya, kami berdua berkutat dengan buku koleksi mobil yang memang kurang lebih aku tau banyak, apalagi mobil yang berasal dari eropa itu adalah sister company tempat kerjaku sebelumnya.
Selama perjalanan kami ke Sarinah, radja pun minta di pangku duduk didepan. Bercerita banyak hal dengan mommy ternyata bukan pembahasan yang menarik bagi radja. Dengan kuusap rambut dan punggungnya (dan ini adalah kebiasaan yang sering aku lakukan), ternyata setelah sampai Sarinah, kami lihat Radja sudah tertidur pulas. Sesampainya di Sarinah karena takut tidak bisa terbagi perhatian kami, maka pembagian tugas pun dilaksanakan. Dengan skenario, radja main ma oom di bagian mainan traditional yang sebelumnya sering aku lihat ada di area atas, dan kami para wanita sibuk cari batik, dan kebaya encim. Ternyata oom dan radja gak bisa berlama-lama diatas. Mereka lebih memilih untuk gabung dengan para wanita,dan pada saat itulah, didepan counter kebaya itu, radja melakukan dan mengucapkan hal yang tidak akan pernah aku lupakan sampai kapanpun (makasih sayang…i love u too…i do).
Selesainya kami dengan pemburuan batik dan kebaya encim, radja bilang ke mommy ”ok mommy, kita mau kemana lagi? Kita akan jalan-jalan sampai morning kan?”. Denger celotehan radja, gak cuma kami yang tertawa saat itu, karena para mbak-mbak yang ada disitu pun spontan tersenyum mendengar celotehan radja
.
Setelah berbagai rutinitas yang super panjang ini, dan melihat oom yang udah kayak kakek-kakek ini
akhirnya jam 21.00 wib sebelum pulang, kami singgah di counter Roti Boy. Kenangan yang gak bisa kami lupa juga saat itu, karena mommy mengucapkan hal yang membuat kami akhirnya menangis. Karena perasaan yang kami miliki, yang gak bisa samasekali kami ucapkan dan ungkapkan ditambah dengan tatapan dan senyuman radja yang melihat kami bertiga menangis tak tertahankan . I love u mommy’
Akhirnya di perjalanan kami pulang, ternyata radja tidak bisa menyembunyikan rasa keingintahuannya ” R: mommy, why you cry?”…M: Radja, mommy cry karena besok kita sudah harus pulang ke denver, dan gak bisa ketemu tante dan oom lagi…R: kenapa nangis? Kita bisa ke indonesia lagi dan tante, oom bisa ke denver juga kan? Don’t worry mommy”.
Celetukan dan obrolan antara mommy dan radja yang berusia 5 tahun ini membuat kami yang mendengarnya mendapatkan kesejukan akan sebuah kenyataan dan pandangan yang nyata, bahwa walaupun jauh, tapi mereka akan terasa dekat, karena mereka ada di hati kita.
Setibanya di Arafuru, kami pun langsung menurunkan semua hasil pemburuan kami hari itu, dan inillah saat yang berat. Karena pada saat berpamitan pulang, keluarlah kembali air mata yang telah kami simpan dan berusaha kami tahan. Dan radja pun langsung menangis, saat kupeluk dan kubisikkan ”i love u radja”.
Malam itu menjadi malam yang gak bisa aku lupakan dan masih sangat terasa hingga saat ini. Jika kuingat bagaimana radja sudah mengajarkan kepada kami tentang banyak hal, yang terkadang oleh orang dewasa, kita sudah tidak bisa melihatnya lagi.
Banyak hal menarik hari itu yang kami nikamti bersama radja, pada saat ada di elevator, dia mengatur barisan dengan istillah yang saat ini aku lupa
, dengan gaya ucapan untuk Audi brand kesayangannya, setiap dia gas’ing dengan kalimat ‘excuse me’, pengennya dan niatnya radja milihin baju tante karena pada saat itu secara tidak sengaja mereka memakai baju biru sedangkan aku hijau
dan pastinya dengan berbagai celetukan lainnya yang bisa membuatku menangis…
I love u radja…
Maafin tante gak bisa anter radja pulang…
Maafin tante gak mau denger suara radja dan ngobrol ma radja di telpon…
Karena tante gak mau liat dan denger radja nangis lagi
Tante gak mau liat dan denger radja sedih lagi….
I love u radja…you touching my heart.
Sms mommy saat terakhir mau kembali ke Denver malam itu;
“sampe mau tidur radja masih bilang sayang sama tante dan oom. He really got attached to u guys”
Makasih mommy. I love u too…
Recent Comments