myJourney

Marhaban Ya Ramadhan…. August 29, 2008

Filed under: mysoul — shantiadewi @ 5:40 am

 

Banyak mail dan message yang masuk dalam inbox menjelang bulan Ramadhan yang akan kita jalanin tahun ini. hari demi hari, waktu demi waktu ternyata gak kerasa banget,  udah mulai puasa lagi. kenangan puasa tahun lalu, adalah sebuah cobaan hidup yang terus menerus menyerangku bertubi-tubi dengan berbagai hal yang samasekali gak pernah aku duga dan sangka seperti itu. Tapi Alhamdulillah, dan insya Allah semuanya ini bisa dihadapi tentu saja dengan berbagai support yang ada disekitarku, sampai dengan support yang gak pernah aku duga dan kira samasekali.

hidup terus berjalan, dan apa yang sudah kita laui dalam hidup ini, insya Allah akan menjadi bekal dari kehidupan kita selanjutnya. Seperti pada saat kita mengendarai mobil untuk menuju ketempat tujuan akhir kita. berbagai persiapan kita lakukan, berbagai bekal kita persiapkan, dan pada saat mengendarainya kita harus terus melihat kedepan, dengan sesekali melihat kebelakang, kanan, kiri, untuk selalu waspada, dan melihat apa yang ada untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang mungkin akan terjadi kembali dengan bentuk dan modifikasi yang berbeda. Rambu-rambu lalu lintas, polisi dan berbagai peraturan yang ada, membawa kita menuju tujuan akhir dengan selamat dan tidak salah jalan. sehingga kita bisa menjalaninya dengan tenang, damai, bahagia lahir dan bathin.

setiap lubang, dan gangguan yang ada dijalanan pasti akan terjadi dan ada. tapi bagaimana kita menyikapi semua gangguan dan halangan tersebutlah yang akan membawa kita menuju tujuan akhir yang bahagia.

Marhaban Ya Ramadhan….alhamdulillah, kita masuki lagi bulan yang penuh berkah ini. Mohon maaf atas segala kesalahan, kekhilafan yang telah ada selama ini baik yang tersengaja, ataupun yang tidak tersengaja. Semoga kita menjadi manusia yang lebih baik, dan ditingkatkan untuk menjadi manusia yang lebih dekat dengan’NYA. amien amien amien.

Salah satu mail yang kudapat kali ini, membawa pesan yang sangat menyentuhku;

Ramadhan sudah diambang pintu,
Jika Allah berkehendak InsyaAllah kita kan menemui Ramadhan penuh barokah.
Semoga Gelar taqwa InsyaAllah akan menjadi milik kita yang
berharga sebagai modal langkah kita selanjutnya
Salah paham, kesedihan, ego, sakit hati, adalah proses
dari kehidupan kita.

 

Tapi Allah membuatnya dengan sangat sempurna, tidak
ada yang sia – sia dari apa yang sudah Allah kemas
dengan baik dalam bingkai rumah kehidupan kita

 

Tidak ada yang lebih mulia pada hari dimana semua
malaikat memanjatkan doa, dimana tidak ada kegiatan
baik yang tidak dilipat gandakan amalannya oleh Allah.

 

 


“MAKA NIKMAT TUHANMU YANG MANAKAH YANG KAMU DUSTAKAN…”

Menyambut datangnya Bulan Ramadhan, izinkan saya meminta ma’af lahir & bathin

atas segala dosa, khilaf, & kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak.

 

 

” Marhabban Ya Ramadhan,
 Mohon Maaf Lahir dan Bathin. ”

TAQOBBALALLAHU MINNA WA MINKUM

 

Semoga Allah mengampuni semua dosa-dosa kita dan memberikan Barokahnya di Bulan penuh Hikmah ini.

 

 

 

Wassalamualaikum Wr.Wb…

 

 mhd&kel.

 

 

 

 

 

 

sebuah nasi kotak… August 29, 2008

Filed under: life — shantiadewi @ 1:20 am

Bingung, heran, aneh, sedih campur aduk rasanya kalo tau kejadian ini bisa terjadi disebuah kantor yang bisa dibilang sophisticated untuk sebagian orang (menurut saya? lumayan lah :) ).

nasi kotak pembagian dari sebuah meeting akhirnya menjadi pembahasan kurang lebih 30 menit yang berawal ketika si kecil tiba-tiba lari dari meeting luar disalah satu perusahaan “binaan’nya” yang merasa lemas, letih dan lapar ditambah dengan kondisi badan yang lagi drop.

yagh inillah yang menjadi awal dari semua awal ini terjadi. sembari lari-lari kecil (sesuai dengan tubuhnya :) ) melihat tumpukan nasi kotak disetiap cubicle, akhirnya mulailah penasaran dan mencari-cari, kenapa dimejanya yang nan cantik itu gak ada satu pun nasi kotak :(   akhirnya dia pun mencari inisiatif, apakah ada nasi kotak ‘sisa’ yang bisa didapatkannya walaupun gak ikut meeting itu? karena ternyata nasi kotak’an itu memang disediakan untuk para peserta yang ada dan masuk didalam ruangan meeting, bukan yang ‘cabutan’ seperti si kecil :)  

akhirnya jawabanpun mengalir dari sang OB ” ada negh, dibawa aja….”. whuaaa, dengan senyum ‘kemenangan’ karena akhirnya mendapatkan nasi kotak’kan itu seperti anak kecil yang mendapat coklat untuk yang pertama kalinya. Mulailah dia bersiap buat makan, dan akhirnya terkesiaplah dia, pada saat mendengar celetukan “hue?dari mana nasi itu?kenapa diambil? gimana nanti kalo jatah meetingnya kurang?” ……

oh my God…kaget setengah mati denger teriakan itu. gak nyangka, hanya karena nasi kotakan ini, semuanya jadi mulai bersitegang. satu sisi untuk meyakinkan…”ambil aja, udah sisa banyak” yang satu sisi “ekh, kenapa diambil sih, ntar kalo kurang gmana?”…theng thong thuing thuing :(

ini baru yang namanya 1 nasi kotak’an yang isinya perkedel, rendang, nasi yang buanyak banget, sayuran ‘gak sehat’ dan pisang lho :) , gimana dengan hal yang lainnya yagh….hmmmm

dan akhirnya dasar si kecil yang memang paling males ma yang namanya konflik debat gak jelas dan samasekali gak nyangka masalah beginian jadi debat kusir yang gak ada mutunya samasekali, akhirnya nasi kota’an itu ditutupnya lagi, dikembalikan dengan manisnya di jejeran dan tupukan nasi kotak’an yang akhirnya sampai sore’pun gak ada yang menyentuhnya, dan si kecil minta tolong OB lainnya untuk di belikan nasi, beef teriyaki dan pisang yang sungguh nikmat rasanya :)

    

 

pacificPlace August 26, 2008

Filed under: sharing — shantiadewi @ 5:28 am

Ok…ini adalah ‘utang’ lama yang udah pengen di omongin dari beberapa waktu yang lalu, cuman gak sempet-sempet :) . Semua ini berlanjut lagi karena pengalaman si oom yang ketinggalan kartu atm’nya di ATM Mandiri Centre pacific Place. Setelah berhasil diblokir dan dicek bahwa tidak ada transaksi apapun selama kartu tersebut ketinggalan, next stepnya adalah mencari kemungkinan bahwa kartu ATM tersebut masih bisa dilacak keberadaannya pada pagi harinya. Alhamdulillah, ternyata dengan service dan koordinasi yang baik, kartu ATM oom yang pada malam sebelumnya tertinggal di ATM Centre Bank Mandiri, masih dalam kondisi baik dan disimpan di counter customer service Pacific Place. Bener-bener sebuah service yang baik dan sangat bisa dirasakan oleh kami yang telah dua kali mendapatkan kemudahan dan support dari tim Pacific Place. Kejadian pertama kurang lebih terjadi pada bulan Maret 2008 yang kami alami di Pacific Place mungkin bisa dibilang lebih dramatis. Karena, saking bandelnya aku yang masih harus bed rest selama seminggu dan ternyata tak kuasa untuk melanjutkan aktivitas lagi. Setelah pulang kantor, akhirnya aku berhasil nonton di Blitz Megaplex Pacific Place. Dengan kondisi yang sebenarnya memang masih lemah, dan dengan baju kantor yang seadanya (tanpa baju anget, sweater dll’nya), kami pun nonton dengan kondisiku waktu di dalam studio sudah berasa gak kuat. Untuk filmya? Coba tanyakan saja pada rumput yang bergoyang. Karena walaupun didepan kami disajikan layar besar dan dentuman suara yang keras untuk mengiringi gambar-gambar yang menarik, aku sudah berada dalam keadaan sadar dan tidak sadar pada saat itu. Tapi dasar aku yang memang super ngeyel dan selalu merasa diriku masih kuat dan bisa mengatasi sendiri semua sakit ini, maka ajakan untuk pulang ditengah-tengah film’ pun kuindahkan :) setelah dua jam berlalu, oom mulai sadar bahwa badanku sudah mulai demam tinggi lagi, dan akhirnya begitu lampu dinyalakan, posisiku sudah tidak dalam posisi cantik, alias sudah mulai ambruk. Mau di gendong ma oom? Ya pastillah aku tolah mentah-mentah. Pertama karena masih ’sok’ merasa kuat dan yang kedua, yha malu laaagh….hihihihihhi Setalah menuruni satu demi satu tangga yang ada didalam studio itu, akhirnya aku nyerah dan langsung duduk dibangku panjang yang terasa empuk dan enak pada saat itu, dengan mimik oom yang sangat-sangat khawatir. Semenit… dua menit aku pikir kondisiku akan pulih. Tapi setelah kurang lebih lima belas menit kemudian, ternyata semakin memburuk, dan akhirnya para karyawan dan security yang ada di dalam blitz tersebut langsung dengan sigap dan tanggap membantu kami, begitu si oom minta untuk disediakan kursi roda. Ampun bener-bener ampun deh aku pada saat itu. Dengan kondisi yang sudah sedemikian, mimik dan reaksi oom yang sangat-sangat khawatir dan sedih, aku masih mencoba menolak dengan halus permintaan oom untuk menggunakan kursi roda. Walaupun pada akhirnya dengan kawalan security dua orang, dan karyawan blitz yang mengantarkanku sampai pintu lift, akhirnya kami pun sampai dilantai dasar untuk menuju ke mobil. Lucunya lagi, dasar sekali lagi si oom, walaupun dengan keadaan yang gak panik, kami sering lupa parkir mobil disebelah mana, ditambah dengan kejadian yang seperti ini? Whuaaa….oom tambah lupa. Apalagi dengan aku yang cuman bisa menangis karena sadar kelemahanku, dan ketidakberdayaanku saat itu  membuat jalan-jalanku bersama dengan para ’pengawalku’ saat itu terasa begitu panjaaaaaang :) Alhamdulillah kami bersyukur saat itu. Kami berada ditengah orang-orang yang sangat perduli dan memberikan service yang terbaik. Ucapan terima kasih by phone dan sms pun tak lupa kusampaikan kepada big boss blitz yang sangat humble dan kebetulan sahabat lama kakakku, sebagai apresiasi kami kepada tim blitz megaplex yang memberikan service yang terbaik kepada kami. Dan tentu saja kepada security dan tim dari Pacific Place yang ternyata sudah terbukti untuk yang kedua kalinya memberikan service yang terbaik tersebut kepada kami (khususnya) Dan kepada oom yang walaupun dalam kondisi paniknya dan belum terbiasanya untuk melakukan multitasking, namun pada malam itu, udah kebukti bahwa kamu memang bisa, dengan berbagai hal lain yang hanya bisa kurasakan :) .

 

terucap dari bibir kecilnya…. August 25, 2008

Filed under: mysoul — shantiadewi @ 6:21 am

Tiba-tiba tangan kecil itu memelukku dan terucap dari bibir kecilnya “radja seneng ma tante, radja sayang tante…I love u tante”…
Alhamdulillah ya Allah, perasaan hangat ada dalam hatiku saat itu begitu keluar kalimat dari seorang Amadani Samudra (Radja Putra).

Sabtu itu adalah hari terakhirku ketemu ma radja dan mommy’nya selama di Indonesia. Setelah berkutat dengan schedule yang udah di booked dari papa mama yang pengen makan sushi dan cari kain di mayestik buat persiapan hadiah lebaran nanti, paginya aku harus ke dokter karena sakit alergi’ku yang gak sembuh-sembuh ini, akhirnya alhamdulillah aku bisa menepati janji kami jalan ma mommy dan radja.
Tujuan utama adalah belanja yang di Denver gak ada. Teh Celup, snack, Marrie Regal, batik dan berbagai pernak-pernik lainnya yang di sana pastinya bisa muahal ampun-ampun kalaupun ada di asia market. Begitu datang di deket counter MAC Plaza Senayan, radja langsung meluk dan bilang ”I miss U tante…tante cantik. o iya tante, radja punya R8 audi buat tante ma oom di mobil. nanti diambil yah”. Dengan bahasa yang campur aduk seperti cinta laura, di tambah dengan mimiknya dan genggaman tangannya yang kuat, ini adalah surprise yang gak ada dua’nya. Karena ini adalah baru pertemuan kami yang ketiga. Yang pertama di rumah uti’ setibanya radja dari Denver dan pertemuan kami yang kedua di rumah kemanggisan. Dua pertemuan kami sebelumnya pun tidak berjalan intensif. Karena banyak keluarga yang ada saat itu.

Sebelum kami teruskan tujuan berikutnya ke Sarinah, kami memutuskan makan dulu sore itu di food court dengan radja yang udah mulai gak mau lepas dariku setelah melihat jam makan radja yang udah molor banyak. Dan begitu setibanya di mobil radja langsung ribet, dan ternyata radja kasih aku miniatur mobil audi R8. ”ini buat tante, dan ini buat oom” katanya dengan senyuman yang gak pernah lepas dari wajahnya.

Bicara mobil audi ini. Ada pengalaman yang menarik dengan radja. Karena setiap kami ucap Audi, maka gak habis-habisnya radja akan meralatnya dengan pengucapan yang benar. Pada saat di Kinokuniya, oom berkutat dengan buku GMAT dan mommy dengan buku resepnya, kami berdua berkutat dengan buku koleksi mobil yang memang kurang lebih aku tau banyak, apalagi mobil yang berasal dari eropa itu adalah sister company tempat kerjaku sebelumnya.

Selama perjalanan kami ke Sarinah, radja pun minta di pangku duduk didepan. Bercerita banyak hal dengan mommy ternyata bukan pembahasan yang menarik bagi radja. Dengan kuusap rambut dan punggungnya (dan ini adalah kebiasaan yang sering aku lakukan), ternyata setelah sampai Sarinah, kami lihat Radja sudah tertidur pulas. Sesampainya di Sarinah karena takut tidak bisa terbagi perhatian kami, maka pembagian tugas pun dilaksanakan. Dengan skenario, radja main ma oom di bagian mainan traditional yang sebelumnya sering aku lihat ada di area atas, dan kami para wanita sibuk cari batik, dan kebaya encim. Ternyata oom dan radja gak bisa berlama-lama diatas. Mereka lebih memilih untuk gabung dengan para wanita,dan pada saat itulah, didepan counter kebaya itu, radja melakukan dan mengucapkan hal yang tidak akan pernah aku lupakan sampai kapanpun (makasih sayang…i love u too…i do).

Selesainya kami dengan pemburuan batik dan kebaya encim, radja bilang ke mommy ”ok mommy, kita mau kemana lagi? Kita akan jalan-jalan sampai morning kan?”. Denger celotehan radja, gak cuma kami yang tertawa saat itu, karena para mbak-mbak yang ada disitu pun spontan tersenyum mendengar celotehan radja :) .

Setelah berbagai rutinitas yang super panjang ini, dan melihat oom yang udah kayak kakek-kakek ini :) akhirnya jam 21.00 wib sebelum pulang, kami singgah di counter Roti Boy. Kenangan yang gak bisa kami lupa juga saat itu, karena mommy mengucapkan hal yang membuat kami akhirnya menangis. Karena perasaan yang kami miliki, yang gak bisa samasekali kami ucapkan dan ungkapkan ditambah dengan tatapan dan senyuman radja yang melihat kami bertiga menangis tak tertahankan . I love u mommy’

Akhirnya di perjalanan kami pulang, ternyata radja tidak bisa menyembunyikan rasa keingintahuannya ” R: mommy, why you cry?”…M: Radja, mommy cry karena besok kita sudah harus pulang ke denver, dan gak bisa ketemu tante dan oom lagi…R: kenapa nangis? Kita bisa ke indonesia lagi dan tante, oom bisa ke denver juga kan? Don’t worry mommy”.
Celetukan dan obrolan antara mommy dan radja yang berusia 5 tahun ini membuat kami yang mendengarnya mendapatkan kesejukan akan sebuah kenyataan dan pandangan yang nyata, bahwa walaupun jauh, tapi mereka akan terasa dekat, karena mereka ada di hati kita.

Setibanya di Arafuru, kami pun langsung menurunkan semua hasil pemburuan kami hari itu, dan inillah saat yang berat. Karena pada saat berpamitan pulang, keluarlah kembali air mata yang telah kami simpan dan berusaha kami tahan. Dan radja pun langsung menangis, saat kupeluk dan kubisikkan ”i love u radja”.

Malam itu menjadi malam yang gak bisa aku lupakan dan masih sangat terasa hingga saat ini. Jika kuingat bagaimana radja sudah mengajarkan kepada kami tentang banyak hal, yang terkadang oleh orang dewasa, kita sudah tidak bisa melihatnya lagi.

Banyak hal menarik hari itu yang kami nikamti bersama radja, pada saat ada di elevator, dia mengatur barisan dengan istillah yang saat ini aku lupa :( , dengan gaya ucapan untuk Audi brand kesayangannya, setiap dia gas’ing dengan kalimat ‘excuse me’, pengennya dan niatnya radja milihin baju tante karena pada saat itu secara tidak sengaja mereka memakai baju biru sedangkan aku hijau :( dan pastinya dengan berbagai celetukan lainnya yang bisa membuatku menangis…

I love u radja…
Maafin tante gak bisa anter radja pulang…
Maafin tante gak mau denger suara radja dan ngobrol ma radja di telpon…

Karena tante gak mau liat dan denger radja nangis lagi
Tante gak mau liat dan denger radja sedih lagi….
I love u radja…you touching my heart.

Sms mommy saat terakhir mau kembali ke Denver malam itu;
“sampe mau tidur radja masih bilang sayang sama tante dan oom. He really got attached to u guys”

Makasih mommy. I love u too…

 

Twentysomething… August 20, 2008

Filed under: life — shantiadewi @ 1:16 pm

Gak cuman judul dari salah satu lagunya Jammie Cullum yang menjadi ‘kebangsaanku’ pada saat journeyku yang lalu. Tapi twentysomething membawaku kepada sebuah kenyataan bahwa, mungkin sudah saatnya aku lebih berpikir kedepan lagi dalam hidupku. Gak cuman berusaha untuk menjalani apa yang ada saat ini, tapi lebih bersikap berani untuk mengambil sebuah keputusan dalam hidup, dengan apapun resiko dan akibat yang akan ada. Gak cuman dalam menapaki kehidupanku sendiri, tapi kehidupan dalam tingkatan hidup yang selanjutnya. Menikah.

   

Untuk hal yang ‘ringan’ dan untuk kepentingan diriku sendiri, insya Allah akan terasa lebih mudah untukku dalam memutuskannya. Tapi jika keputusan ini adalah bersangkutan dengan keluargaku dan keluarga besarku, maka ini akan menjadi hal yang sangat-sangat ‘menyiksaku’ L

 

Mungkin karena berbagai macam aktivitas yang alhamdulillah ada dalam kehidupanku, bebagai kesempatan yang ada dalam setiap langkahku, dan tidak adanya desakan yang sering dirasakan oleh teman-teman yang ada disekitarku dengan berbagai pertanyaan “kapan undangannya?”, maka untuk hal ini, terkadang menjadi samar bagiku walaupun setiap menjalani sebuah hubungan, maka pertanyaan, posisi yang kuajukan dan harapan yang ada adalah untuk menikah, walaupun kesempatan itu belum diijinkan Allah sampai hari ini.       

 

Pada 20072007 yang lalu aku impikan sebagai tanggal terbaikku pada saat itu untuk pernikahanku. Setelah semuanya akhirnya sirna dan pangeranku pergi membawa kuda kesayangannya untuk mencari istana yang terbaik bagi hidupnya, maka aku berharap akan ada tanggal-tanggal lain yang lebih indah dan menjadi bagian dari lembaran buku kehidupanku. Tanggal 20082008 ini, kembali aku impikan untuk menjadi tanggal terbaikku menapaki awal kehidupanku yang selanjutnya, namun ternyata pada saat ini masih belum bisa kucapai impian itu. Dan akhirnya akupun berharap, Insya Allah pada tanggal 20092009 aku sudah bersama dengan orang yang menyayangiku dan pastinya kusayangiJ 

 

Bersama dengan orang yang kita sayangi dan menyayangi kita pastillah menjadi saat yang selalu kita inginkan. Ada yang bilang bahwa dalam pernikahan, yang kita harus cari adalah orang yang bisa menjadi partner dalam hidup kita, dalam suka dan duka yang ada. Dan malam itu akupun tersadar, bahwa dalam hidup ini, semuanya akan menjadi journey yang indah dalam hidup kita.  Satu paket yang besar yang akan selalu kita bawa dan membawa kita dalam menjalani kehidupan ini. Dan yang terpenting adalah saat kita benar-benar bisa menerima dan menyadari, bahwa apa yang kita miliki adalah anugrah terindah yang ada dalam kehidupan kita, hal yang terbaik yang ada dalam kehidupan kita, sebuah paket yang berisi berbagai macam bentuk, warna, rasa yang tidak bisa kita pisahkan.

 

Jika semuanya akhirnya belum mendapat ijin’, berkah dan ridho’NYA. Maka dalam doa’ku semoga untuk yang kedepan aku bisa mendapatkan ijin, berkah, dan ridho’NYA, dengan mendapatkan orang yang benar-benar menyayangi dengan semua paket yang kumiliki. Amien.

 

Twentysomething ini…adalah insya Allah, saat dimana telah aku lewati dekade dalam hidupku yang begitu indah dan aku syukuri dengan berbagai macam cerita, rasa, cobaan, bahagia, masalah, sedih yang kesemuanya menjadi satu yang menjadikan hidupku layaknya sebuah Roller coaster kehidupan. 

 

malam itu…. August 15, 2008

Filed under: sharing — shantiadewi @ 6:22 am

Malam itu sepulang kantor, akhirnya aku bisa melepaskan keletihan jiwa dan ragaku dengan 2 jenis kegiatan yang sangat kunikmati. Pertama body massage dan yang kedua ketemu anak-anak yang malem itu secara dadakan langsung ngajakin buat ketemuan, setelah 2 minggu lamanya kami disibukkan dengan kegiatan kami masing-masing.

 

Begitu ketemu dengan mereka, berbagai cerita langsung mengalir tanpa henti. Sang mantan ketua osis tetap dengan senyuman khasnya, menjadi pendengar yang baik disaat aku dan sang EO masih dengan celaan dan bahasan yang sama. Gak cuman kami bertiga yang ada di V café malem itu. Karena yang pasti ada ibu juragan minyak yang malem itu cuman lihat aku dan meluk aku karena udah lamanya kami gak pernah ketemu, dan pastinya ada new comer disini yang dibawa oleh sang mantan ketua osis yang ternyata kami pun bisa nyambung. Jadi keinget apa yang kamu bilang tentang orang yang mempunyai kecenderungan menjadi connector people. Dimana orang yang bisa menyambungkan antara orang yang satu dengan yang lainnya entah dari mana arah dan asalnya.

 

Malam itu terasa seperti malam sebelumnya. Dengan pembahasan yang malam ini membahas masalah perdagangan, diplomat (cita-citaku jaman dulu) disini aku pastilah membuka dengan diawali senengnya aku sama yang namanya Dinno P djalal ditambah setelah baca bukunya “Harus Bisa” dan Marty Natalegawa yang kharismatik, masalah  pernikahan, pertengkaran, sosok politikus, cendikiawan, pengamat ekonomi (dimana sang new comer sangat suka dengan yang namanya Faisal Basri) dan berbagai obrolan lainnya yang menjadi intermezzo diantara kami. Cheese cake, sahabat, bintang, cowok, cewek yang pastinya menjadi bumbu yang sangat menyenangkan diselingi dengan perdebatan yang memang  gak pernah abis-abisnya J

 

Alhamdulillah ya Allah, sebuah suasana dan sebuah hubungan yang memang aku syukuri dalam kehidupanku. Suasana yang sama seperti pada saat aku berkumpul dengan sahabat-sahabat ku nun jauh disana (reminds me, for all of u dear.ik hou van je). Disaat kami ada dirumah, den haag, rotterdam, schiedam. Alhamudlillah ya Allah. Aku bisa menjadi diriku sendiri. Kami disini dengan latar belakang yang pastinya datang dari berbagai macam jenisnya, pendapat dan pemikiran kami yang pastinya akan tidak sama, masalah yang pastinya ada disetiap masing-masing kami, pengalaman hidup yang telah kami lalui, cobaan dan cerita yang kesemuanya bisa melebur jadi satu tanpa ada yang merasa harus menunjukkan dirinya masing-masing, menipu dirinya masing-masing, menonjolkan ’kepemilikan’ masing-masing, dan berbagai hal yang sering aku temui dalam lingkungan sosial yang ada disekitar kita.

 

Alhamdulillah…kalo aku inget apa yang selalu kamu bilang dan beberapa orang yang ada disekitarku pada saat aku sedang mengalami sebuah masalah”…kalo memang dia ataupun mereka akhirnya bermakmuman untuk berbuat, bertindak dan berlaku seperti itu, berarti dia ataupun mereka sudah saling masuk kedalam golongan dan kelompoknya. Jadi bukan salah kamu dan gak usah terlalu sakit dengan melihat dan merasakan apa yang telah mereka lakukan ke kamu. Itu adalah pilihan hidup mereka. Karena siapapun kamu dan bagaimanapun kamu, orang akan bisa langsung merasakan, menilai dan melihat, tanpa kamu minta dan kamu ’umumkan’. Dan satu lagi….kita gak akan mungkin menyenangkan dan menuruti apa yang orang lain inginkan”.

 

Seperti yang udah pernah aku denger pada saat pandji berkomentar, tentang bagaimana seorang dewi lestari dan marcell yang bisa dengan sangat apiknya mengatasi berita dan menyikapi semua pertanyaan yang ditujukan kepada mereka berdua, aku jadi tersadar…bahwa kita hidup didunia nyata. dimana akan selalu ada  2 sisi yang ada didalamnya untuk menjaga keseimbangan, dan akan ada banyak cara yang dapat dilakukan oleh setiap individu yang ada, bagaimana dia akan menyikapi, memilih dan akhirnya menentukkan setiap langkah dan pilihan yang akan dilakukannya. Kita hanyalah bisa menjadi pribadi yang utuh jika kita dapat mengetahui ini semua. …Apakah kita sudah menjadi diri kita apa adanya? Apakah kita sudah merasa nyaman dan bersyukur dengan apa yang kita miliki? Dan apakah kita saat ini sudah berada pada dunia nyata?

 

 

 

    

       

 

Next Journey August 12, 2008

Filed under: sharing — shantiadewi @ 6:49 am

Akhirnya, akhirnya.. J

Hal yang membuatku bahagia dan lega adalah mendapatkan jawaban sms dari Mr. Big Boss’ku at my previous office. Dengan restunya pula, aku bisa tenang menapaki pilihan langkahku selanjutnya. Bagaimanapun juga, Mr. Big Boss telah membuatku menjadi saat ini. Dengan perjalanan dan berbagai hal yang kulalui saat itu, dan walaupun banyak yang tidak bisa menerima setiap kebijakan dan langkah yang diambilnya. Namun Mr. Big Boss adalah orang yang ingin maju dan penuh dengan impian. Menurutnya, untuk melangkah dan memasuki sebuah kesuksesan, jalan yang ditempuh haruslah penuh perjuangan dan kerja keras. Bahkan untuk sakitpun, dia akan terus melangkah dan tidak mengijinkan sakitnya menghalangi langkahnya menuju kedepan. Ini adalah contoh nyata yang dilakukannya selama ini. Last word dia pada saat aku masih dikantor dan mohon diijinkan untuk resign “Kamu mau kerja seminggu sekali, its ok. I will give u anything that u want dear. Asal kamu tetap disini”. Dan pada saat terakhir ketemu pun ”ok…cepet buruan handle dan coordinate semuanya. masih banyak yang belum beres” masih juga dikeluarkannya pada saat itu J.  Semua yang ada inillah yang membuatku merasa ada disana. Walaupun udah gak ada ikatan apapun juga, tapi ikatan yang tak terkatakan seperti ini yang membuatku perlu untuk mendapat restu dari’nya.       

 

At my last time, setelah keluar dan harus berhenti, beristirahat dari semua aktivitas dan berbagai kesibukan lainnya karena kondisi yang gak memungkinkan, akhirnya aku pun ternyata gak kuasa buat ‘nolak’ tawaran yang udah lama banget aku pending selama ini. Walaupun sebelumnya ada beberapa tawaran yang ’menggiurkan’ dengan lingkup pekerjaan yang bener-bener aku sukai (thanks amar buat tawarannya..i really appreciate it)  dan berbagai godaan lain seperti sekolah lagi misalnya J, akhirnya akupun memutuskan untuk mengambil salah satu tawaran yang ada, meskipun tawaran yang akhir nya aku ambil ini, adalah tawaran yang sudah lebih dari 2 tahun lalu aku pending dan tidak pernah aku respon sekalipun. Tawaran ini aku ambil setelah mendapat support, restu dari mama papa, keluargaku, kamu dan tentunya dengan berbagai pertimbangan yang ada.

 

Setelah aku bekerja di sebuah perusahaan yang berasal dari German, Bismilillah saat ini akhirnya aku berada pada sebuah intitusi milik pemerintah yang tidak pernah terbayang sedikitpun akan memasuki ‘kawasan’ ini yang pastinya juga akan sangat berbeda dari berbagai macam sisi yang ada dengan kantor’ku yang sebelumnya.

 

Pertimbangan demi pertimbangan kujalani sampai berbulan-bulan. Pertama kesehatanku, kedua scope pekerjaanku, ketiga bagaimana kemungkinanku untuk bisa lebih mengembangkan diri dan menjadi lebih baik dari hari kehari dengan terus belajar dan belajar dengan berbagai macam hal yang ada di dunia ini. Tidak hanya materi, tapi hal-hal lain yang ada dalam kehidupan ini. 

 

Ini adalah pertimbangan yang paling sulit harus aku putuskan. Karena aku adalah typical yang sangat penimbang. Dimana untuk rencana yang masih jauh kedepan dan berbagai kemungkinan yang bisa terjadi dalam kehidupanku, aku akan menjadi mempertimbangkan hal ini sampe kalo pake bahasa para analyst, maka analisis SWOT pun bisa aku gunakan dalam setiap pengambilan keputusan dalam hidupku L (so weird right?).

 

Bismillah, mohon doa dari semuanya. Aku mulai lagi pada journey’ku yang baru. Dimana aku harus dan ’dituntut’ untuk terus, terus, dan terus belajar dari semua yang ada.

Thanks for Mr. Renault buat supportnya, Mrs. Audi yang selalu ada dengan doa’nya, dan pastinya buat Mr. Big Boss, Mr. Combi staffku yang selalu mendampingiku dikala suka dan duka, dalam amarah, bahagia dan sedihku J, Mr. Liverpool (jadi kangen kalo kita ’tengkaran’ pak J), Ms. Jangkung (thanks buat semua ’cambukannya’), Mrs. Finance (sebagai mediatorku..makasih ibu’) , Mr. Piagio, Mr. IT dengan celotehan jayusnya dan semua yang ada. Hmmm gak mungkin aku tulis satu persatu disini, karena kalianlah yang menghiasi hidupku selama ini dengan berbagai macam bentuk, rupa, warna dan alhamdulillah…..love u all. Bener-bener kerasa semuanya begitu Indahnya. (jadi inget waktu bikin cover tesis negh…hihihihihihihi)

So?….ready for the next Journey?

Bismillah………Goooooooooo J J J

 

 

 

 

 

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.